Kalau saja bukan atas nama pekerjaan, mustahil kaki kecilku menginjak perkebunan kelapa sawit. Dari areal baru yang masih menyisakan pokok-pokok kayu hutan, hamparan bibit yang baru ditanam, sampai ke hutan sawit yang rimbun dengan tandan buah yang mulai terlihat.
Semua nyaris sama…
Petak-petak kebun, kadang rapi kadang serampangan, seperti hamparan beberapa lapangan sepak bola di satu [...]
Archive for the 'Perjalanan' Category
Dedikasi?
August 20, 2008Sembunyi
August 12, 2008
Aku rindu pada dedaunan, hehijauan, aroma gunung yang sejuk, dan suara angin di antara pepohonan. Aku hanya terlalu lelah mengikuti kaki kecilku yang terus saja bersitegang dengan Jakarta yang makin tidak ramah dengan jiwaku.
Sampai akhirnya kutemukan beranda kecil tersembunyi. Medium yang tepat untuk mengendurkan frekuensi. Sekaligus untuk sedikit berkontemplasi tentu saja. Sedikiiiit saja..
Tidak terlalu [...]
Tentang damai
April 21, 2008Sawah. Bukit. Lembah. Gunung. Hutan kecil…. Angin.
Emas pada pagi yang ditimpa matahari. Kemudian perak lalu tampak hijau. Sebentar lalu sedikit jingga pada sore. Hingga gelap dan dingin. Tapi seketika hangat di mata air Kamojang.
“Sayang.. aku menemukan kedamaian itu. ”
- padapagidigarutaprilkemarin -
Ikan terakhir di Intata?
April 2, 2008Penanda dering layanan pesan singkat mengabarkan aksi kawan-kawan dari satu LSM lingkungan, Walhi, yang menggugat Departemen Kelautan dan Perikanan.
“Ada 50 orang nelayan Muara Baru akan membawa perahu,” begitu isi pesan itu.
Benar. Di tengah terik Jakarta yang berdebu di bilangan Gambir, sejumlah nelayan membawa perahu kayu kecil –yang mungkin lebih pantas kusebut biduk- dan atribut-atribut berisi tuntutannya. Kata mereka, [...]
Recent Comments