Sembunyi

 

Aku rindu pada dedaunan, hehijauan, aroma  gunung yang sejuk, dan suara angin di antara pepohonan. Aku hanya terlalu lelah mengikuti kaki kecilku yang terus saja bersitegang dengan Jakarta yang makin tidak ramah dengan jiwaku.

Sampai akhirnya kutemukan beranda kecil tersembunyi. Medium yang tepat untuk mengendurkan frekuensi. Sekaligus untuk sedikit berkontemplasi tentu saja. Sedikiiiit saja..

Tidak terlalu jauh memang. Hanya saja terpencil di tengah bukit gundul bekas babatan tanaman teh tua di sekitar Puncak, yang kemudian menjadi kebun-kebun sayur organik dengan akses jalan tanah yang relatif sempit untuk dua mobil berpapasan.

Tak lebih 3 km dari akses jalan raya Puncak dengan rute sedikit berliku naik turun, papan nama dari logam bertulis Pinewood Resort and Spa terpantek permanen di samping gerbang utama. (Akhirnya… bunga, hijau daun, pohon pinus. Persis seperti dalam bayanganku.)

Bangunan utamanya diseting bergaya tradisional Eropa. Dominan dengan bata ekspose yang sebenarnya justru memperkuat kesan dingin di tengah atmosfer dataran tinggi yang sudah cukup sejuk.

Fasad bangunan, penataan taman, dan detail fasilitasnya konsisten dengan gaya rumah-rumah di pedesaan Belanda sana. Meski begitu, si pemilik tidak terlalu memaksakan konsep serupa dalam interior kamar yang justru dibuat variatif dengan beragam gaya.

Kamar yang kupilih misalnya, junior suite bergaya Timur Tengah, yang mereka namai Arabian Suite. Cukup besar dengan interior kayu daur ulang dari material kontainer dan lantai kayu yang hangat. Jendela-jendela kaca permanen memperluas jarak pandang di dalam kamar dengan hutan kecil di sekeliling resort.

Pusat kamar tentu saja bed kayu polos ukuran King berhiasan lilitan kelambu. Sementara serambi kamar terisi sofa bed besar berbalut permadani halus, meja makan bulat, plus open kitchen sederhana dengan perlengkapannya.

Yang aku suka, ukuran kamar mandi yang lebih besar dibandingkan biasanya. Lengkap dengan shower dan bath up bergaya jacuzzi.

 

 

Sejujurnya, ini bukan tempat pertama yang membuatku exciting. Hanya saja, sore itu semua terasa serba sempurna. Just perfect place for the exhausted mind: mine and friend(s) of my soul…

 

Explore posts in the same categories: Perjalanan

One Comment on “Sembunyi”

  1. suryasenja Says:

    hmmm… i wander my dear, who’s the friend(s) of your soul? someone i knew? or someone new? heuheuheu…


Comment: